Minggu, 06 Desember 2009

Tante aki punya jam rusak

Tante aki kesal melihat aki selalu sibuk di depan komputer.

"Ngapain sih kamu? Dari tadi ketak-ketik melulu? Pakai mikir-mikir lagi..."

"Ini lho, tante. Membaca perdebatan sengit. Masing-masing mempertahankan pendapatnya."

"Buat apa pendapat dipertahankan?", kata tante.

"Lho, tante ini gimana sih. Kalau kita merasa benar, ya harus dipertahankan dong."

"Nonsense! Semua juga bisa benar pada suatu saat. Kamu bisa benar. Teman kamu bisa benar. Bahkan jam rusak juga bisa benar!"

"Lho, jam rusak kok bisa benar?"

"Iya. Lihat nih jam tante. Sudah rusak. Mati. Posisinya jarumnya tidak bergerak, selalu menunjuk jam satu kurang seperempat. Tiap hari, pada jam satu kurang seperempat siang, jam ini benar. Kalau malam, jam satu kurang seperempat, jam ini juga benar lagi. Ngapain sih ngotot berdebat segala?
Jam rusak aja bisa benar kok, sehari dua kali, lagi!
"



Wkkwkwkwk.....

Sabtu, 05 Desember 2009

Tante aki ke luar negeri

Aki masih mempunyai seorang tante.
Aki sudah tua, berarti tante lebih tua lagi kan?


Tante senang sekali pada bulan November lalu bisa berangkat ke Belanda mengunjungi teman lamanya. Itulah untuk pertama kalinya beliau ke luar negeri.

Setelah pulang, aki dibagi oleh-oleh. Sambil memberikan oleh-oleh, tante bertanya kepada aki :
"Eh, emangnya Tante kelihatan kayak orang asing ya?"
Kaget juga aki, kok tante tiba-tiba bertanya seperti itu. Apa mentang-mentang baru pulang dari Belanda, ia merasa sok sudah ketularan jadi mirip Belanda?

"Engga ah, tante. Tante biasa aja kok, seperti tante yang dulu juga."

"Ah, masa? Kok heran ya, waktu tante di Belanda, semua orang mengatakan tante kelihatan seperti orang asing!"


Wkwkwkwk....!

Kamis, 03 Desember 2009

Wah, ada yang mirip dengan aku!

Konon menurut orang-orang pandai, sesuai dengan the law of averages, setidaknya ada delapan orang di dunia ini yang terlihat mirip dengan kita. Hmmm... :-)

Nah, kalau Anda melihat seseorang yang "benar2 mirip" dengan Anda di jalan, apakah yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan menyelidikinya? Siapakah dia? Apakah ia suatu "sisi gelap" dari Anda? Atau kembaran Anda?

Bagaimana kalau ternyata ia justru jauh lebih baik -dalam arti kata perbuatan, pikiran dan ucapannya- daripada Anda? Mungkinkah ia yang "sisi terang" dan malah Anda yang merupakan "sisi gelap"nya? Bagaimana Anda bisa memperbaiki diri untuk setidaknya "menyamainya"?

Memang tidak mudah, tiba-tiba berhadapan dengan kembaran kita sendiri. Selalu ada kecenderungan untuk membandingkan, siapa yang lebih "baik".

Mungkin bisa jadi bahan yang bagus buat film horror!

Dalam film LITTLE BUDDHA, ada adegan saat "Calon Buddha" harus berhadapan dengan "Mara" yang merupakan ilusi "dirinya sendiri". Tidak ada pertarungan fisik yang seru. Mara 'dikalahkan' dengan penyadaran secara langsung akan diri sendiri. Adegan dalam film ini merupakan suatu penggambaran kembali yang artistik dan kreatif tentang bagaimana Buddha menghadapi "hantu dalam dirinya sendiri".



Nontonlah lagi penggalan film yang menarik ini. (Video dari youtube di atas ini).

Nyatanya sejak awal memang sudah tidak ada "aku" - di mana pun dan kapan pun- karena 'aku' selalu berubah. Jadi pertanyaan aki kemarin malam sekedar untuk refleksi diri saja ya?

Tat Twam Asi - Dia adalah Engkau.