![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdTn7m5SF9EauTe7cNRwrUD021kiETTGScA5LexGhy0sTcwq7_DRTnXmbAn4iSfgBw4BJCKCB0muGiS_jg6lrnovxFMt9KF6BxgPGaNh3TXMAfvOCP34O9U1M-ZSrGziLgkOAb-1z7VTHh/s320/Picture+578.jpg)
Kunjungan ke Guilin tentulah harus juga ke Bukit Fubo.
For ENGLISH please click THIS LINK.
Di bukit ini memang ada kuil untuk menghormati Jendral Fubo. Selain itu, nama Fubo berarti juga "menahan gejolak arus" dan memang bukit yang separuh terletak di darat dan separuh di sungai ini mampu meredam arus Sungai Li yang sering meronta.
Ada juga gua "Mengembalikan Mutiara". Konon seorang anak gembala mengambil mutiara saat seekor naga sedang tidur. Naga marah dan air Sungai Li bergejolak. Untuk mengembalikan ketenangan, masyarakat meminta anak itu mengembalikan mutiara kepada naga.
Kisah yang lain adalah Jenderal Fubo yang sedang naik perahu kembali ke istananya sambil membawa tanaman obat-obatan, digossipkan mengangkut mutiara dalam kapalnya. Maka dengan marah Jenderal Fubo menuangkan isi kapal itu ke sungai, dan dengan demikian "mengembalikan mutiara" ke alam. Wallahu'alam.
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUqGGlvGQUXoiia7-5MmOht-ixIaFGu34RLz7-9ljSh05lulaF_ZOA7-RXYEwucVTsCm7xqb_jwA1uDVJDnZzWsutYfeBuvSIHFMUsFBH8HiMTaFJ0l9JRrWaIpFmOcQkwfOg5bLJ_poe7/s320/Picture+566.jpg)
Ada satu tambahan lagi di Bukit Fubo. Sebuah periuk logam besar ditempatkan di salah satu paviliun yang ada di sana. Tadinya periuk itu berasal dari sebuah vihara, hanya digunakan setahun sekali untuk membuat "bubur Sujata" memperingati Wesak. Ketika perang dengan Jepang, periuk itu rusak dan alasnya bolong. Kini periuk itu sengaja disimpan di Bukit Fubo sebagai salah satu peninggalan sejarah.
![](https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfUQIHSmU4Tq9iPpPMN4vEVGd8hS1t0jZQivfJIea06K7c1trjkY5Cxw6Yv4gFP3L-_Phw4Wh4hICjaWdZXtk_SvRztoLkt1pK8x9Ap6XEkGitgvrX5QvCwrsOeRC6uYKameiocEuKK0Tw/s320/Picture+576.jpg)
O ya. Di Bukit Fubo juga ada kiosk penjual souvenir. Sambil menjual seruling, penjajanya memainkan lagu2 sesuai dengan tamu yang datang. Kalau datang rombongan orang-orang Jepang, ia main lagu Jepang.
Saat Ki Ananda di sana, ia memainkan lagu Butet dan Bengawan Solo. Asyik juga, ya?