Rabu, 10 Februari 2010

Hey Friends!

dunniggahassa lahuno yatthakámanipátino
cittassa damatho sádhu cittam dantam sukhávaham

Setiap teman adalah perpanjangan diriku. Setiap teman membentuk siapa aku.
~ Betapa aku berterimakasih kepada semua teman-teman, yang menyayangi aku, mencintai aku, dan memberi kehangatan sebuah persahabatan.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang membuat aku merasa cantik, serasa di puncak dunia.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang telah memberi pengetahuan dan membantu aku menghadapi dunia dengan rasa aman.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang meninggalkan aku, dan memberi pengalaman bagi bagaimana rasanya kehilangan dan kesepian.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang menipu aku dan memberi aku pengalaman akan sakitnya kemarahan dan kebencian.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang meninggalkan aku demi teman yang baru dan memberi aku pengalaman akan rasa cemburu.
~ Betapa aku berterimakasih kepada teman-teman yang merendahkan aku dan menunjukkan kelemahanku, serta memberi pengalaman sakitnya dilecehkan.
~ Betapa aku berterimakasih kepada SEMUA teman-teman itu, yang membuat aku menyadari bahwa ternyata pikiranku dikuasai oleh orang lain dan tidak ada aku kuasai sendiri?

Suatu hari aku duduk di sudut kamar, berpikir dan merenung, melihat ke sana ke sini, dan tiba-tiba terlihat: sebuah buku tentang Buddha!

Betapa aku berterimakasih kepada Buddha yang telah mengajariku Kasih Sayang.

Temanku yang baik, lenyapkan benih perasaan yang menguasai pikiranmu.
Berusahalah melenyapkan benih kebencian.
Berusahalah melenyapkan benih kemarahan.
Berusahalah melenyapkan benih kecemburuan.
Berusahalah melenyapkan benih keserakahan.
Berusahalah melenyapkan benih kemalasan.
Berusahalah melenyapkan benih kemelekatan.
Perasaan-perasaan ini amat berbahaya bagi batinmu...
Ubahlah batinmu, temanku!
Dhamma akan mengajarimu, untuk mengubah batinmu sendiri!

Dhammapada 35 :
Sukar dikendalikan pikiran yang binal dan senang mengembara sesuka hatinya.
Adalah baik untuk mengendalikan pikiran, suatu pengendalian pikiran yang baik akan membawa kebahagiaan.


Poem by Deepali Nandeswar deepsee30@gmail.com

Every friend is an extension of me. Every friend has taught me what I am.~ How can I not be thankful to those friends, who cared me, loved me,
and gave me a warm experience of the feeling of love?
~ How can I not be thankful to those friends, who made me feel that I am
so beautiful, and given me the feeling of being on the top of the world?
~ How can I not be thankful to those friends, who has given me the knowledge
and helped me to stand in front of the world with the feeling of security .
~ How can I not be thankful to those friends, who went away from me and
gave me the experience of detachment from loved ones and loneliness?
~ How can I not be thankful to those friends, who cheated me and thereby
gave me the experience of the feelings of hate and anger?
~ How can I not be thankful to those friends, who left me and found another
friend and thereby gave me experience of jealousy?
~ How can I not be thankful to those friends, who put me down and made me
inferior by showing my weakness, giving me the experience of deprivation?
~ How can I not be thankful to ALL those friends, who just made me think
that my mind is in the control of others and nothing is in my own control?

One day I sat in the corner of my room, thinking and thinking, looking here
and there, and then saw what: A glance at a book of Buddha!
How can I not be thankful towards the Buddha who explained me compassion.
My dear friend, destroy these mental seeds of those feelings that control your mind.
Why don’t you try to destroy these mental seeds of hate?
Why don’t you try to destroy these mental seeds of anger?
Why don’t you try to destroy these mental seeds of jealousy?
Why don’t you try to destroy these mental seeds of greed?
Why don’t you try to destroy these mental seeds of laziness?
Why don’t you try to destroy these mental seeds of clinging?

These emotions are very harmful to your mind…
Reform your mind my dear friend!
Dhamma will teach you, how to reform nothing other than your mind!

Dhammapada 35:
It is good to control the mind, which is difficult to restrain, fickle, and wandering. A tamed mind brings happiness.