Selasa, 02 Februari 2010

Tentang SOPAN SANTUN

अप्रदानेन दारिद्यं मिथ्याजीवेन वञ्चना।
स्तम्भेन दुष्कुलीनत्वमल्पौजस्कत्वमीर्ष्यया॥१७॥

apradānena dāridyaṁ mithyājīvena vañcanā|
stambhena duṣkulīnatvamalpaujaskatvamīrṣyayā||


Karena lalai menjalankan amal dana, seseorang lalu menjadi miskin,
Karena menjalani mata pencaharian yang salah seseorang lalu diperdayai.
Karena tiada berlaku santun, orang kemudian lahir dalam status hina,
Karena perasaan iri hati, lalu orang menjadi tak memiliki pengaruh baik.



Jangan tinggalkan kesantunan, meski banyak yang tidak memedulikannya. Hiasi tubuh, mulut dan batinmu dengan kesantunan.

Berbicaralah dengan santun, bersikaplah yang santun dan bertingkah lakulah yang santun pula,
Sopan santun adalah atribut bagi mereka yang ingin menghiasi dirinya dengan kemuliaan kini dan nanti.

Perilaku santun adalah bagian dari menyemai karma kebajikan, yang kelak akan kembali pada yang bersangkutan, bagaimana orang berlaku padanya sebagaimana ia berlaku pada orang lain.

Santunlah kepada orang tua, orang yang lebih tua, kakak, adik dan siapa saja yang kau temui.
Santunlah kepada suami atau istrimu, anak-anak ataupun menantumu.

Jangan berfikir bahwa kesantunan sudah tidak jaman,
Jangan berfikir tidak sopan identik dengan kemajuan dan keintelektualan,
Lalu menjadi tak mengenal tatakrama, ketus, asal bicara, negatif thinking, bersikap seenaknya, berbicara seenaknya, bertingkah laku sesukannya.

Orang yang baik seharusnya mempertahankan sopan santun,
Orang bijak seharusnya mempertahankan sopan santun,
Orang tua, anak-anak seharusnya mempertahankan sopan santun.

Semoga Sang Tri Ratna memberkati.


Sumber : KOMUNITAS BHUMISAMBHARA