Selasa, 24 November 2009

2012 ~ FILM ATAU FAKTA?

Sebenarnya lebih menarik membicarakan FILM 2012 daripada membicarakan segala gossip seputar apa yang KONON KHABARNYA akan terjadi pada tahun 2012.

Dalam film 2012 ada sedikit kejutan berupa konsep Buddhis yang secara jelas ditampilkan. Seorang rinpoche membabarkan ajaran inti yang terdapat dalam Kalama Sutta kepada muridnya yang bernama Nima. Nima merasa curiga bahwa suatu persekongkolan hebat sedang berlangsung di pegunungan itu.
"Jangan percaya begitu saja terhadap sesuatu, hanya karena engkau telah pernah mendengarnya."

(Nah, bukankah ini juga nasehat yang sangat baik bagi mereka yang sibuk karena mendengar apa yang KATANYA akan terjadi pada tahun 2012!)

Rinpoche itu melanjutkan dengan contoh klasik ajaran Zen dengan mengisi cangkir bhikshu muda itu sampai luber dan berkata :
"Seperti cangkir ini, engkau penuh dengan opibni dan spekulasi. Untuk dapat melihat cahaya kebijaksanaan, yang pertama harus engkau lakukan adalah mengosongkan cangkirmu."
Rinpoche lalu memberikan kunci jip kepada Nima agar ia bisa pergi memeriksa kebenaran dugaannya.

Belakangan Nima melarikan diri ke perahu bersama dengan keluarganya dan sekelompok orang tak dikenal. Ketika didorong untuk mengusir orang-orang asing itu, Nima berkata:
"Aku adalah pengikut dari Lama Rinpoche yang agung. Kalian pasti tahu aku tak mungkin berbuat begitu. Kita semua adalah putra-putri dari Bumi ini."
Bodhicitta, kebersamaan yang dilandasi kasih sayang dan kebijaksanaan untuk membebaskan semua mahluk dari sengsara, adalah hal yang akan membebaskan kita.

Meskipun tidak ada ramalan dalam Ajaran Buddha mengenai sesuatu yang khusus yang akan terjadi pada tahun 2012, ada suatu hal yang sudah nyata dan tidak bisa kita hindarkan.

Kematian adalah pasti, hanya waktunya yang belum tentu. Kita mungkin saja sudah mati bahkan sebelum 2012! Kita malahan bisa saja mati pada hari ini. Kehidupan ini penuh dengan hal-hal tak terduga.


Apakah Anda percaya yang dikatakan orang tentang 2012 ataukah tidak, yang paling masuk akal adalah kita perlu hidup selaras dengan Dhamma ~ SAAT INI.

Sebagai umat Buddha kita yakin akan tumimbal lahir. Jadi 'kiamat' atau 'hancur leburnya dunia' bagi kita adalah sesuatu yang terlalu dibesar-besarkan. Toh dunia itu akan muncul lagi. Toh para mahluk akan hidup lagi. Yang lebih menakutkan adalah apabila kita kehilangan kesempatan ntuk meneruskan kemajuan batin kita.

(Berdasarkan tulisan Shen Shi’an)