Senin, 23 November 2009

Kidung PUNNA THERI

Punna, budak di rumah Anathapindika,
masuk ke Arus Pembebasan
ketika mendengarkan khotbah "Raungan Singa"
yang disampaikan di rumah majikannya.

Suatu hari dia pergi ke sungai
Mengambil air untuk rumah tangga.
Di sana dia bertemu seorang brahmana,
si pembersih-air- suci
yang masuk ke dalam air,
menyanyikan hymne-hymne Veda.

"Brahmana, siapakah yang amat sangat engkau takuti
sehingga melalui bibir-bibir yang bergetar
dan gigi yang gemeletuk
engkau melantunkan mantra di air sedingin es?"


"Punna, betapa anehnya engkau
Tidak engkau tahu bahwa orang bijak manapun - pria atau anak
Dapat membersihkan dosa-dosanya, di air suci ini?"


Punna pun tertawa - "Oh brahmana tolol!
Seandainya dongengmu itu benar,
Yang pertama masuk ke surgamu
adalah para buaya, kepiting dan ikan.
Kemudian diikuti para nelayan,
Pemburu rusa-rusa yang tak-berdaya,
Mereka yang menyiksa babi-babi di tiang -
Yang bersumpah palsu, para pembunuh,
dan pencuri-pencuri kecil

Karena, apakah engkau sudah lupa, brahmana,
Mereka juga mandi di sungai ini?

Lagi pula, Brahmana tolol,
Dengan berendam di dalam sungai
Engkau menyingkirkan baik dosa
maupun kesalehanmu juga,

Dan engkau terserobot dari keduanya.
Sebagai ganti berendam setiap pagi,
mengapa engkau tidak berpikir baru?
Jika engkau telah berdosa, dan engkau percaya
penebusan air membeku ini akan membebaskanmu;
mengapa engkau tidak membebaskan diri
dari dosa saja?"


Brahmana itu akhirnya melihat penalaran.
"Punna, oh bijak," katanya,
"Engkau telah membebaskanku dari ilusi,
Terimalah selendang ini - kekayaanku satu-satunya."


Punna berkata - "Saya tidak membutuhkan selendangmu,
tetapi saya masih akan membantumu.
Jika kesedihan engkau takuti,
janganlah berdosa
dalam tindakan, pemikiran, atau tujuan.
Dengarkanlah Bhagava
dan beliau akan meredakan rasa sakitmu."


"Dengan ini, Punna, dulu saya adalah brahmana melalui kelahiran,
Kini melalui tindakan juga.
Vedaku sekarang adalah Jalan Berunsur-Empat,
Tiga Pengetahuan -
Pandangan-terang masa-lampau,
pandangan-terang masa-kini
Dan berhentinya kelahiran

Saya yang dulu membersihkan diri di air
Kini telah membersihkan diri dari dosa.
Saya telah tersingkir dari kesedihan;
Brahmana Sejati, sekarang saya berdiri,
Akhirnya terbebas dari rasa takut."


Punna si bijak - masih seorang budak
Yang menebus kesalahannya masa-lampau
berbentuk kesombongan,
Anathapindika membebaskan belenggu-belenggunya,
Dan Punna pun terlepas dari ikatan-ikatan duniawi.

KIDUNG PARA THERI
Bahasa Inggris oleh : Usula P. Wejisuriya
Diterjemahkan oleh : Dra. Wena Cintiawati dan Dra. Lanny Anggawati