Selasa, 20 Oktober 2009

Film Istimewa : BUDDHA's LOST CHILDREN

"I want to teach people the basic skills of living, teach them that life isn't just a matter of chance, it's a matter of choice."
(Phra Khru Bah Neua Chai Kositto)





For ENGLISH please see BUDDHA'S LOST CHILDREN







PENGHARGAAN :
Winner Grand Jury Prize AFI, Los Angeles, 2006
Winner Jury Prize, Newport Beach, 2007
Winner Global Insight, Jackson Hole, 2007
Winner City of Rome Prize, 2006
Winner Silver Dove DOK, Leipzig, 2006
Winner Crystal Film, Netherlands Film Fest, 2006
Winner David l. Wolper Best Doc, Wine Country Film Fest, 2007
Winner Best Spiritual Film, European Spiritual Film Fest, Paris 2009
Winner Best Spiritual Documentary, European Spiritual Film Fest, Paris 2009


Sebuah film dokumenter yang luarbiasa tentang seorang bhikkhu Thai (Phra Khru Bah Neua Chai Kositto) yang memberi harapan hidup baru bagi anak-anak terlantar di daerah segitiga emas yang penuh obat terlarang. Buddha's Lost Children sangat menyentuh pelbagai kalangan.

Semakin lama hati kita seakan terseret pesona bekas petinju yang menjadi bhikkhu. Selain menjadi pimpinan vihara Wat Maa Tong (Temple of The Golden Horse), beliau juga membangun klinik, sekolah dan panti asuhan. Cintakasihnya tetap penuh ketegasan: memberi anak-anak itu pedoman dan bekal untuk menyongsong hidup yang keras dan nyata.



Atas petunjuk khusus dari Sangharaja Thailand, Phra Kru mengutamakan pelayanan bagi anak-anak miskin di pegunungan terpencil propinsi Chiang Rai di utara Thailand.

Filsafat Phra Kru sudah terlihat sejak awal film : Kalau kita berbuat baik, kebahagiaan akan datang.

Namun bentuk pelajarannya ternyata beraneka ragam : belajar berdiri sendiri, belas kasihan, keyakinan, semangat juang, dan wawasan yang mengenal perbedaan antara baik dan buruk. Ketika seekor kuda terjerumus jatuh di hutan dan sungai yang deras, itulah kesempatan nyata bagi para kanak-kanak itu untuk belajar seni hidup.

Air mata berkali-kali harus ditahan menyaksikan adegan film yang penuh haru ini.

Bhikkhu menghargai kehidupan ('kalau kamu mati, kamu tak lagi bisa melakukan apapun'), dan menekankan mengenai apa yang bisa kita perbuat, bukan pada apa yang tidak bisa kita kerjakan.

Bagaimana mungkin kita bisa melupakan perjalanan hidup tiga orang anak kecil yang menjadi samanera - mulai dari penahbisan hingga proses pembelajaran - dan kebahagiaan yang terpancar dari kepolosan mata mereka?


Bagi yang berminat, DVD khusus (1 set = 2 keping) seharga US$29.95 bisa dibeli di LINK INI.




Hasil penjualan film seluruhnya didanakan untuk Golden Horse Temple dan program pelayanannya.
Bahasa : Thai dengan teks bahasa Inggris
Masa putar : 97 menit film utama, ditambah 270 menit Extra Features

Tidak ada komentar:

Posting Komentar