Selasa, 20 Oktober 2009

Penjelasan Ketiga (Bayangan / Bulan / Air)

For English please see THERAGATHA

Apakah syair yang menyatakan pencerahan hanya ada dalam Zen Buddhism?

Dalam Tipitaka Pali, kita mengenal Theragatha (Inggris: Verses of the Elder Monks). Ini adalah kumpulan syair-syair yang dicapkan oleh para anggota Sangha pada masa awal Agama Buddha. Sebagai bagian dari Khuddaka Nikaya, koleksi ini ada di Sutta Pitaka. Banyak syair dalam Theragatha ini menggambarkan letupan kebahagiaan para bhikkhu saat mengalahkan Mara.

Contohnya adalah syair yang diucapkan oleh Arahat Ramaneyyaka Thera (Theragatha I-49)

Bahkan dengan segala siulan dan kicauan
keriuhan suara burung-burung
batinku ini, tidak terpencar
karena kebahagiaanku berada
dalam perhatian yang menyatu


Selain Theragatha, khusus untuk para bhikkhuni pun ada kumpulan syair yang namanya Therigatha, juga di dalam Khuddaka Nikaya.

Kita semua tentu ingat juga syair yang diucapkan Buddha Gotama sesaat setelah mencapai Pencerahan Sempurna :
"Melalui banyak kelahiran dalam samsara siklus kehidupan
Aku mencari, namun tak kutemukan pembuat rumah ini,
Sungguh menyedihkan terlahir berulang-ulang,
0 pembuat rumah, kini kau telah terlihat!
Kau tak akan membuat rumah lagi;
Semua tiangmu telah kurobohkan,
Rakit-rakitmu hancur;
Batin mencapai keadaan tak berkondisi (Nibbana),
Tercapailah akhir dari nafsu keinginan (tanha)."


Nah, mudah-mudahan penjelasan yang tiga bagian ini cukup menjelaskan.
Tapi kalau belum jelas juga, ya sudah, engga apa-apa juga.
Aki mau istirahat, ya?




You cannot describe it, you cannot picture it,
You cannot admire it, you cannot sense it.
It is your true self, it has nowhere to hide.
When the world is destroyed, it will no be destroyed.