Selasa, 29 Desember 2009

Finding happiness is mostly a matter of perspective

Aku ingat suatu sore, aku duduk di tangga vihara kami di Nepal.

For ENGLISH please read A Way of Being

Musim hujan mengubah halaman menjadi lapangan yang becek, dan kami harus menaruh beberapa potong bata untuk menjadi pijakan.

Seorang temanku tiba, melihat ke sekeliling dengan pandangan tidak senang, dan mengeluh setiap kakinya menjejak ke bata. Setiba di dekatku, ia menjulingkan bola matanya keatas dan menukas : "Wew! Untung saja aku engga sampai jatuh ke lumpur! Di sini semuanya serba kotor!"
Karena aku sudah sangat mengenalnya, aku mengangguk kecil, sekedar untuk menghibur hatinya tanpa suara.

Tak lama kemudian, Raphaele, seorang temanku yang lain, berjalan menempuh lumpur yang sama. "Hop, hop, hop!" Ia bernyanyi sambil melompat dari bata ke bata. Ia mencapai daerah kering dambil berseru : "Oh, asyiknya!" Matanya berbinar dan ia berkata : "Salah satu kebaikan musim hujan adalah tak ada lagi debu yang beterbangan."

Dua orang, dua cara pandang.
Enam milyar manusia, enam milyar dunia.


~Matthieu Ricard, "A Way of Being"~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar