Sabtu, 12 Desember 2009

KEJUTAN KEDUA

Kejutan kedua saya alami ketika bangun pagi di hotel. Bosan menonton CNN, saya ganti channel televisi. Nampak seorang berdasi sedang bicara di hadapan khalayak yang juga rupanya dari kalangan eksekutif. Gaya bicaranya sangat meyakinkan. Dari isi pembicaraan, saya simpulkan bahwa ia sedang melakukan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pribadi, katakanlah semacam motivational-training, gitu.

Yang menarik, ia lalu mengajak hadirin untuk memperhatikan kedua hal ini : Sebab dan Akibat. Wah, hukum karma, nih, pikir saya. Asyik juga untuk disimak, ah!

Pembicara itu, A.R. Bernard, mengatakan bahwa kita sering mendengar kata-kata "sebab" dan "akibat". Karena ada sebab, maka ada akibatnya. Ia menekankan kepada hadirin, bahwa kini sudah saatnya kita melihat kata-kata ini dengan suatu sudut pandang baru, yaitu : "Bahwa segala sesuatu itu merupakan akibat (effect) dari suatu sebab (cause)". Karena itu dengan asumsi yang sama, kita bisa menarik kesimpulan, katanya, bahwa keadaan kita sekarang pun ada sebabnya!
Kita menjadi seperti kita sekarang ini, karena suatu sebab, dan sebabnya itu adalah diri kita sendiri!"
(Hadirin bertepuk tangan riuh rendah).

Pembicara juga mengajak hadirin untuk mengulang kata-kata :
"Saya menjadi seperti sekarang ini, karena sesuatu sebab yang saya lakukan, atau yang lalai saya lakukan, di masa lalu. Saya menjadi seperti sekarang ini, karena sesuatu yang saya lakukan di masa lalu, baik positif, maupun negatif."

Selanjutnya pembicara meminta sidang hadirin saling bertatap muka dengan orang yang duduk di sebelahnya. Ia kemudian menyuruh para hadirin untuk mengulangi kata-katanya, seakan berkata kepada orang yang duduk di sebelah tersebut :
"Kamu menjadi seperti sekarang ini, karena SALAH KAMU SENDIRI"!

Hadirin bertepuk tangan lagi dan tertawa-tawa.

Ya, ia menegaskan, semua terjadi karena kesalahan kamu.
Karena itu, kalau kamu ingin menjadi lebih baik, lebih kuat, lebih maju, lebih kaya, lakukan sesuatu SEKARANG! Hal itu akan mengubah kehidupanmu, akan mempengaruhi kehidupanmu, akan membuat kamu menjadi orang yang kamu inginkan.

Setelah itu datanglah kejutan buat saya.
Pembicara lalu meminta hadirin untuk mengaminkan kata-katanya, dan para hadirin menggumamkan amin secara serempak. Haleluyah, puji Tuhan! Kata pembicara itu. Inilah, saudara-saudara, rahasia yang diungkapkan Tuhan kepada kita semua melalui Yesus.

Lha! Saya ternganga ... ...

Selanjutnya kutipan demi kutipan ayat Alkitab mengalir dengan lancar, yang pada pokoknya menyatakan bahwa sukses duniawi adalah sesuatu yang memang sudah disiapkan Allah bagi mereka yang percaya, yaitu orang-orang Kristen.
Bisa saja ada umat yang tidak percaya tapi sukses, dan hal itu terjadi karena mereka menerima Hukum Tuhan tetapi tidak menerima Yesus sebagai Tuhan, sehingga dikatakan oleh Yesus bahwa mereka itu bagai "pencuri" di Kerajaan Allah.

Sungguh sulit saya katakan apa perasaan saya ketika itu. Inilah Hukum Karma yang dijelaskan secara modern dan diterima oleh para orang modern, tapi menjadi komoditi Kristen yang laris dijual . . .

Apa yang sudah kita lakukan, rekan-rekan umat Buddha pecandu facebook .....?

(besok : Tanjung Pengharapan)
Ditulis 6 October 2000, diedit ulang 10 Desember 2009